#toc { border: 0px solid #000000; background: #ffffff; padding:2px; width:495px; margin-top:10px;} .toc-header-col1, .toc-header-col2, .toc-header-col3 { background: #B5CBFA; color: #000000; padding-left: 5px; width:250px;} .toc-header-col2 { width:75px;} .toc-header-col3 { width:125px;} .toc-header-col1 a:link, .toc-header-col1 a:visited, .toc-header-col2 a:link, .toc-header-col2 a:visited, .toc-header-col3 a:link, .toc-header-col3 a:visited { font-size:100%; text-decoration:none;} .toc-header-col1 a:hover, .toc-header-col2 a:hover, .toc-header-col3 a:hover { font-size:100%; text-decoration:underline; color:#3D3F44;} .toc-entry-col1, .toc-entry-col2, .toc-entry-col3 { padding-left: 5px; font-size:100%; background:#f0f0f0;}

Kamis, 29 Januari 2009

Manusia dan potensi

Manusia adalah sebuah ciptaan yang yang paling sempurna. Bagaimana tidak, manusia punya nafsu yang dimiliki syaitan, kepatuhan seperti malaikat dan dilengkapi dengan akal. Diskusi dengan seorang tutor membuka cakrawala berpikir, awalnya beliau menyatakan bahwa akal manusia itu hanya untuk memilih atau menentukan pilihan. kemuadian saya bertanya kepada beliau, apakah manusia selalu diberi pilihan. Beliau memberikan jawaban yang menurut saya kurang relevan dengan pertanyaan. (diskusi berlanjut). Akhirnya saya dapat mengambil sebuah kesimpulan dari saya sendiri, saya sependapat dengan tutor saya mengenai akal. Namun, tidak berhenti sampai disitu, akal sebagai sesuatu yang eksklusif dari sebuah penciptaan tentunya punya potensi lebih. akal manusia bisa membuat pilihan-pilihan dengan membuat perencanaan dalam hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar